"Writing is a journey to a discovery"

"Writing is a journey to a discovery"
..Walau melewati jalan yang berbeda, tetapi tetap saja kita akan sampai di tempat yang sama. Dimana hati ini merasa sepi, takut dan bertanya-tanya. Apakah hidup ini suatu karunia ataukah ujian ?. Kita kerap mengenang bila melewati jalan berliku. Sebiru apa langit dan laut pernah berwarna. Sekelam apa malam pernah menumpahkan resah kepadamu. Belumlah tentu kita akan menemukan tanda tanda, untuk mengenali diri sendiri, mengetahui misteri hidup ini. Hidup bukan hanya sebuah kampung yang dapat kita tinggalkan lalu kita pulang lagi. Kadang hidup ini sebuah penantian- tetapi bukan seperti di terminal atau di halte, dimana bus hanya menurunkan wajah-wajah asing. Di tempat ini, keramaian datang hanya sekejap, air matapun juga datang semusim sesekali. Hujan yang turun juga bukan selalu berkah. Kadang menyajikan cuaca buruk, demam, lalu kita tertidur. Dan disaat bangun pagi, kita toh masih merasa kehilangan....

7.1.09

Dari halaman bukit pinus

Dari halaman bukit pinus dipertengahan musim hujan
Daun-daun umbi rambat hampir menutupi pagar
Kembang kakao santer mewangi kabut gunung Brastagi
Diselasela gerimis & pelangi, sepasang bunglon mesra berciuman

Mana mungkin aku abaikan rindu
Yang datang berikut angin musim paling sunyi
Lensa malam menangkap gestur cinta
Mencetak wajahmu pada rembulan yang terlalu putih

Aku sudah di perjalanan menuju rumahmu
Tidak lagi termangu di bangku peron yang berisik
Aku berdiri di antara mekar daisy
Dan di ketinggian balkon hatimu, segeralah kau turun !

10.12.08

Pantai Pulau Seribu

Sayangku, kalau aku tidak jadi pulang malam ini
Itu karena sunset disini begitu lembut mengecup kedua mataku
Dan angin selatan membawa embun gunung, sejuk mengusap rambutku
Dan mengusap cemara pantai yang ditanami sendiri oleh ombak liar

Perahu layar akan singgah saat senja
Nelayan lalu tidur di ayunan gantung dibawah batang cemara
Dan ketika terbangun dari mimpinya menaklukkan badai samudera
Matahari siang sudah memanggang gosong kakinya yang kapalan

Kalau kau ada disini nanti
Jangan tangkap dulu ikan-ikan zebra yang menghampiri dermaga
Biarkan mereka melalui masa mudanya yang gemilang
Kita nikmati sebuah akuarium raksasa seperti permaisuri & sultan
sebelum naik bercengkrama, memainkan gaya indian !

Pramuka Island ,29-11-08

After Years At Anniversary Night

Setelah bertahun2 mengenyam cinta
Apakah mesti kubawa kau ke tempat2 ini :
Ke ladang anggur tempat Yesa biasa melukis sketsa rindunya
Atau ke satu oase di Sahara tempat Majnun terakhir kali melihat Laila
Atau ke bukit Jabal Rahmah tempat Adam pertama kali jumpa Hawa di dunia ?
Ah, aku hanya ingin dirumah saja
Lalu ada kau memijat punggungku
pada Kamis malam yg sakral
Pd Gede, Des 08

20.11.08

Ombak Anyer

Ombak Anyer yang membasahi tubuhmu
Bagai perasaanku kepadamu
Maka ketika kau tak ada lagi di tepi pantai
Desirku merangkai nada rindu
Dan ketika pagi kau datang untuk melihat sunrise
Aku tetap mencoba menyentuh kakimu
Yang masih ragu membasah

O, Awan senja di barat daya
Setia melukis langit warna delima
O, pantai utara yang begitu panjang
Sepanjang perjalananku mencari cinta sejati
Karena cinta yang ada di dunia ini
Akan seketika sirna
Bagai lukisan tato, di kakimu

13.1.08

Mengenangmu

Mampukah kulalui musim penghujan ini
tanpa tarik nafas yang panjang
tanpa termangu dalam ruang lift yg kosong
menuju koridor putih nan dingin
maaf jika aku salah menjenguk kamar hatimu
karena yang kau butuhkan hanya :
perhatian, perhatian dan perhatian
dan smsmu yang kemarin sore belum ku hapus :
“klise ya?”

Mei 97